..dagdug..

ada kamu dalam baris kata-kata ku

dibunuh rindu

ini aku yang menunggu mu, berjingkat-jingkat di sela-sela malam

ini aku yang menunggu mu, hilang tersapu kabut malam

kemudian, terpaku bisu

kemudian, lenyap bagai debu

namun sayup suaramu terdengar diantara keping rasa

meledak-ledak diantara sunyi yang memaksa ada

.christina

rebeccarinda:

Tuhan itu baik. Selambat atau secepat apapun berlari pasti ujungnya tiba juga. Jikalau henti kakiku disini, aku takkan berhenti. Terjatuh sekalipun! Berlari saja, aku bangkit lagi. Entah kau diujung sana atau tidak, sekedar beri riuh tepuk saat ku patahkan tali merah penanda henti.
Yang pasti kuberlari kedepan, tidak lagi ke belakang.
Tidak.

(yours Bella)

hati, tanyakan pemilik mu tentang siapa yang ia mau.

—christina

Kini aku memeluk udara, berharap itu kamu dalam bentuk yang tak nyata.

—(via pelukishujan)

sampai kapan kamu mau memaku ku dengan tatapan mu? sampai kapan kamu mencari mu di kedua mata ku?

—christina

hujan dan kamu. di tengah malam kelabu di bawah pendar lampu, hujan jatuh basahi rindu untuk kamu yang tak dapat diburu.

—christina

pakai topeng yang pas, agar kamu terlihat selalu tersenyum. dan tak akan ada lagi pertanyaan, kamu tak perlu lagi menjawab.

—christina

jingga di senja sore itu

Hai Jingga..

Masih ingat aku? Aku yang tempo hari dibuat tak berdaya oleh senyum hangat mu. Sudah ingat? Kalau belum pun tak apa. Aku bantu kamu untuk mengingatnya nanti dipertemuan kita selanjutnya, di senja yang sama di hari yang berbeda.

Jingga, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Karena jejak mu tertinggal sangat dalam di awal pertemuan singkat kita. Jejak yang membekas di pojok ingat ku, yang selalu aku putar lagi dan lagi dan lagi dan lagi. Ini cara ku menahan hangat mu lebur dengan udara hingga aku tak bisa mengingatnya di kepala bahkan di permukaan kulit ku.

Jingga, aku tak ingin mengulang pertemuan kita. Seperti kemarin pun sudah cukup, kamu telah memberi berjuta warna dalam sekelebat hadir mu. Aku, kamu, dan senja hingga larut hingga lupa.

Terima kasih telah mengingatkan ku akan rasa, rasa yang lama aku lupa letup-letupnya. Terima kasih, kamu meninggalkan rindu.

Nanti dipertemuan kita yang kedua dan seterusnya jangan lupa meninggalkan jejak. Agar tak ada aku tersesat saat merangkak menuju mu. Dan jangan pernah ragu untuk tinggal karena  aku telah mempersiapkan tempat untuk mu, dan aku janjikan sore yang indah bersama menikmati secangkir hangat cinta setiap sorenya.

Kembalilah dan tinggal untuk selamanya di sini. 

hati ku kaku

membiru

berubah jadi abu-abu

bilur

perih di sekujur

rindu dikubur

kemudian beku

dalam genggam mu

hati ku lumpuh didera rindu.