Hai Jingga..
Masih ingat aku? Aku yang tempo hari dibuat tak berdaya oleh senyum hangat mu. Sudah ingat? Kalau belum pun tak apa. Aku bantu kamu untuk mengingatnya nanti dipertemuan kita selanjutnya, di senja yang sama di hari yang berbeda.
Jingga, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Karena jejak mu tertinggal sangat dalam di awal pertemuan singkat kita. Jejak yang membekas di pojok ingat ku, yang selalu aku putar lagi dan lagi dan lagi dan lagi. Ini cara ku menahan hangat mu lebur dengan udara hingga aku tak bisa mengingatnya di kepala bahkan di permukaan kulit ku.
Jingga, aku tak ingin mengulang pertemuan kita. Seperti kemarin pun sudah cukup, kamu telah memberi berjuta warna dalam sekelebat hadir mu. Aku, kamu, dan senja hingga larut hingga lupa.
Terima kasih telah mengingatkan ku akan rasa, rasa yang lama aku lupa letup-letupnya. Terima kasih, kamu meninggalkan rindu.
Nanti dipertemuan kita yang kedua dan seterusnya jangan lupa meninggalkan jejak. Agar tak ada aku tersesat saat merangkak menuju mu. Dan jangan pernah ragu untuk tinggal karena aku telah mempersiapkan tempat untuk mu, dan aku janjikan sore yang indah bersama menikmati secangkir hangat cinta setiap sorenya.
Kembalilah dan tinggal untuk selamanya di sini.